Jejaring Kerja
Mekanisme jejaring kerja yang ditempuh oleh PPBN melalui tukar informasi, konsultan/tenaga ahli, partisipasi aktif... [selengkapnya]
Manajemen Pengetahuan
Ketepatan dan pemilihan informasi sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. [selengkapnya]
ToT 9 Langkah Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Klaster IKM
Penerapan PB saja atau PAL saja sering kali tidak menyelesaikan masalah lingkungan di UKM. Berdasarkan proyek percontohan di sayegan dan laweyan, Manajemen proyek untuk mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut dibakukan dalam satu modul yang disebut Panduan Integrasi PB dan PAL di klaster IKM.
Proyek pengelolaan lingkungan dan pengembangan IKM di Jawa Tengah sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 90-an. Namun banyak program-program yang seakan-akan seperti mati suri, bahkan mati total. Padahal banyak sekali program yang tumpang tindih dan silih berganti masuk kedalam isu peningkatan atau pemberdayaan IKM. Belajar dari hal-tersebut, suatu manajemen proyek memerlukan beberapa aspek dan langkah yang memikirkan aspek keberlanjutan dari suatu program.
Berangkat dari program percontohan di klaster batik Laweyan dan klaster tahu di Sayegan Jawa tengah, KLH bersama-sama dengan GTZ dan service providernya membidik isu totalitas pengelolaan lingkungan dan keberkelanjutan dari program eko-efisiensi di klaster IKM di Jawa Tengah. Setelah selesai dengan program replikasi kegiatan eko-efisiensi di 9 klaster, GTZ dan KLH membukukan kisah sukses tersebut menjadi suatu panduan yang disebut sembilan langkah pengelolaan lingkungan terpadu di klaster IKM.
Tidak hanya berhenti sampai di situ, KLH juga berencana menyebarluaskan panduan tersebut ke tempat-tempat lain di Indonesia. Untuk itu, diperlukan pihak-pihak yang memiliki kapasitas dalam menyosialisasikan panduan tersebut. Untuk menjebatani hal tersebut, KLH bersama dengan GTZ mengadakan suatu training of trainers kepada beberapa lembaga penyedia jasa / service providers (SP) agar dapat membantu menyosialisasikan buku panduan tersebut dikemudian hari.
5 Lembaga SP yang diundang adalah dari Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN)-KLH, Premanet Indonesia, Cleaner Production Clinic Unmul (CPCU) Kalimantan Timur, Pusat Pengembangan Produksi Bersih Daerah (P3BD) Jawa Tengah, dan Ekoforum Yogyakarta. Kesemuanya mengikuti ToT 4 Hari di Hotel Horizon Semarang Jawa Tengah, dimana dalam 4 hari tersebut para SP dilatih untuk mengetahui konsep-konsep manajemen proyek untuk implementasi PB-PAL terintegrasi di klaster IKM.
Materi yang diberikan dalam ToT meliputi:
- Kebijakan PB PAL di Indonesia
- Overview Buku Panduan Integrasi PB PAL di klaster IKM
- Pendekatan Klaster
- PB Pal Terintegrasi
- Stakeholders Analysis
- 9 Langkah Pengleloaan Lingkungan Terpadu di Klaster IKM
- Kunjungan lapangan untuk implementasi 9 langkah
- Aspek Non Teknis
- Pembuatan Moderation Plan untuk training klaster handbook
- Kisah sukses laweyan sayegan
Setelah menyelesaikan semua materi, para peserta ToT diajak untuk menjadi co moderator dan observer dalam Pelatihan Klaster Handbook untuk pemda Jawa Tengah selama 2 hari. Sebagai evaluasi dan tindak lanjut, para SP yang telah mengikuti training akan membangun suatu networking yang baik guna terus mengembangkan diri dan menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan selama ToT.
(adi)
PELATIHAN
Pelatihan merupakan sarana untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.
Proyek Percontohan
PPBN memfasilitasi pengkajian, penelitian dan pengembangan PB serta penerapan Teknologi Bersih melalui proyek percontohan bagi stakholder seperti Instansi Pemerintah, PEMDA maupun swasta pada UKM maupun industri besar dari berbagai sektor
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 Langkah
Proyek Percontohan "Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih dibeberapa UKM di Indonesia" seperti kluster batik, tahu, logam, tapioka, furniture, elektroplating, dll, dilaksanakan bekerjasama dengan PEMDA-PEMDA melalui mitra/jejaring PPBN (service providers) di daerah
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKM
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada kluster UKM di Indonesia terbukti efektif untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan dapat meningkatkan produktifitas pada UKM tersebut sehingga mampu meningkatkan daya saing usahanya.
Implementasi MeLOK di Industri Besar
MeLOK (Manajemen Lingkungan BerOrientasi Keuntungan) merupakan Suatu metode yang sistematis, terstruktur dan terorganisir dalam penerapan Produksi Bersih di Industri.
Fundamentals of Leather ManufacturingEduard Roether KG
Prof. Dr. E.Heidemann
Eduard Roether KG
Cost Benefit Analysis for Cleaner Production in the Leather Tanning Industry
BAPEDAL - GTZ
BAPEDAL - GTZ
Perpustakaan
Telah diunduh 3 Kali
Keterangan Tambahan
T5Indonesia
Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan
T4Indonesia.pdf
Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan
Lestario Widodo
Spesialisasi : MelOK
Keterangan Tambahan
Novalinda
Spesialisasi : MeLOK, OD
Keterangan Tambahan
Job Supangkat
Spesialisasi : MeLOK
Keterangan Tambahan
Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan Iklim
Dikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Konsumsi Berkelanjutan
Asumsi bahwa konsumsi berkelanjutan akan mahal dan memakan banyak waktu sebagian besar adalah salah. Kenyataannya justru apabila tidak mengerjakan sesuatu, maka hal tersebut nantinya akan menjadi cara yang paling mahal dalam melakukan usaha.
Konsep
Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih
Eko-Efisiensi
Eko-Efisiensi merupakan suatu konsep efisiensi yang memasukan aspek sumber daya alam dan energi atau suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
SML ISO adalah siswtm management dari suatu organisasi yang keluarnya adalah proses untuk meningkatkan pengelulaan lingkungan yang baik dan berkesinambungan. PEndekatan utama yang dilakukan dalam SML










