Jejaring Kerja

Mekanisme jejaring kerja yang ditempuh oleh PPBN melalui tukar informasi, konsultan/tenaga ahli, partisipasi aktif... [selengkapnya]

Manajemen Pengetahuan

Ketepatan dan pemilihan informasi sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. [selengkapnya]

Peresmian Clean Batik Initiative

2010-03-02 11:45:45
Back to previous pagesSend via MailPrint This Document

 Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui oleh seluruh dunia. Selain telah diterima oleh dunia, sedikitnya terdapat lebih dari 45.000 UKM batik yang secara aktif terus memproduksi batik dan menyerap lebih dari 700.000 tenaga kerja. Namun disamping memberikan nilai tambah bagi bangsa Indonesia, UKM batik juga turut berkontribusi dalam menyumbang pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air.

Melihat permasalahan tersebut diatas, perkumpulan ekonomi Indonesia Jerman (EKONID), merancang suatu program kegiatan Clean Batik Initiative (CBI) yang kemudian diajukan dan disetujui oleh Uni Eropa untuk mendapatkan dana dari program SWITCH-Asia  yang merupakan program hibah untuk mendukung keberlanjutan dalam pola konsumsi dan produksi di kawasan Asia.

Program CBI bertujuan untuk ‘menghijaukan' permintaan dan penawaran produk batik sekaligus memastikan bahwa dampak lingkungan telah diperhitungkan secara menyeluruh sehingga siklus produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab moral dapat menjadi pelopor pengembangan industri batik yang berkelanjutan.

Dalam program CBI terdapat tiga komponen utama yaitu produksi berkelanjutan, konsumsi berkelanjutan dan dialog kebijakan. Tiga komponen ini akan saling mendukung dalam mengubah perilaku yang tidak berkelanjutan menjadi berkelanjutan bagi 500 UKM batik di seluruh Indonesia

pada tanggal 2 Maret 2010, Program " Clean Batik Initiatif " atas kerjasama antara Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN), Kementerian Lingkungan  dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman ( EKONID)  tentang penerapan Produksi bersih  di 500 UKM batik di Indonesia  telah diresmikan Oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup di Museum Tekstil Jakarta.

 

Sebagai langkah awal dalam menjalankan program ini Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi awal dalam penerapan program ini, dimana nantinya akan ada 100 UKM batik yang dilibatkan dalam program CBI pada tahun 2010.

Peresmian program ini juga ditandai dengan acara  pengguntingan pita oleh semua program partner  yaitu : Mr. Stefan Loibl dari IHK Munich, Mrs Judih Yong, Mr Martin Krummek, Ibu Rismawarni Marshal dari PPBN dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Bpk. Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta.

Selain pidato dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup tentang kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini, Mr Anwar Said dari UNESCO, Erick Habers dari komisi Uni Eropa, Jan Ronfeld  Managing Director Ekonid, dan Mr. Martin Krummek Program Coordinator CBI juga memberikan pidato dalam acara inagurasi CBI. 

 


PELATIHAN

Pelatihan merupakan sarana untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.

Proyek Percontohan

PPBN memfasilitasi pengkajian, penelitian dan pengembangan PB serta penerapan Teknologi Bersih melalui proyek percontohan bagi stakholder seperti Instansi Pemerintah, PEMDA maupun swasta pada UKM maupun industri besar dari berbagai sektor

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 Langkah

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 LangkahProyek Percontohan "Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih dibeberapa UKM di Indonesia" seperti kluster batik, tahu, logam, tapioka, furniture, elektroplating, dll, dilaksanakan bekerjasama dengan PEMDA-PEMDA melalui mitra/jejaring PPBN (service providers) di daerah

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKM

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKMPenerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada kluster UKM di Indonesia terbukti efektif untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan dapat meningkatkan produktifitas pada UKM tersebut sehingga mampu meningkatkan daya saing usahanya.

Implementasi MeLOK di Industri Besar

Implementasi MeLOK di Industri BesarMeLOK (Manajemen Lingkungan BerOrientasi Keuntungan) merupakan Suatu metode yang sistematis, terstruktur dan terorganisir dalam penerapan Produksi Bersih di Industri.

/

Himpunan Peraturan Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

BAPEDAL
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

Lembar Data Keselamatan Bahan

Dr. Soemanto Imamkhasani
Puslitbang Kimia Terapan

Guidelines for Hazardous Waste Management

BAPEDAL
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

Perpustakaan

Telah diunduh 3 Kali
Keterangan Tambahan

T5Indonesia

Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan

T4Indonesia.pdf

Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan

Lestario Widodo

Spesialisasi : MelOK
Keterangan Tambahan

Novalinda

Spesialisasi : MeLOK, OD
Keterangan Tambahan

Job Supangkat

Spesialisasi : MeLOK
Keterangan Tambahan

Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan Iklim

Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan IklimDikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Konsumsi Berkelanjutan

Konsumsi BerkelanjutanAsumsi bahwa konsumsi berkelanjutan akan mahal dan memakan banyak waktu sebagian besar adalah salah. Kenyataannya justru apabila tidak mengerjakan sesuatu, maka hal tersebut nantinya akan menjadi cara yang paling mahal dalam melakukan usaha.

Konsep

Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih

Eko-Efisiensi

Eko-Efisiensi merupakan suatu konsep efisiensi yang memasukan aspek sumber daya alam dan energi atau suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

SML ISO adalah siswtm management dari suatu organisasi yang keluarnya adalah proses untuk meningkatkan pengelulaan lingkungan yang baik dan berkesinambungan. PEndekatan utama yang dilakukan dalam SML

/