Jejaring Kerja
Mekanisme jejaring kerja yang ditempuh oleh PPBN melalui tukar informasi, konsultan/tenaga ahli, partisipasi aktif... [selengkapnya]
Manajemen Pengetahuan
Ketepatan dan pemilihan informasi sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. [selengkapnya]
Pelatihan Produksi Bersih UKM Tahu di Jawa Barat

Pencemaran yang berasal dari UKM tahu tempe tidak hanya berdampak pada penurunan kinerja lingkungan di sekitar pabrik, namun lebih dari itu pencemaran dari UKM memiliki dampak ekonomi dan sosial yang cukup besar.
Melihat hal tersebut Akademi Kimia Analisis Bogor yang merupakan institusi dibawah Kementerian Perindustrian dan didukung oleh JICA berupaya untuk meminimalisir dampak tersebut dengan mengundang 30 UKM Tahu Tempe di Jawa barat untuk mengikuti pelatihan pengembangan UKM tahu tempe.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan tanggal 8-13 Fabruari 2010 tersebut diisi oleh beberapa narasumber yang berasal dari internal AKA dan PPBN. Dalam kegiatan ini PPBN diminta untuk memberi materi tentang Produksi Bersih mulai tanggal 10-12 Februari 2010.
Pada sesi Produksi Bersih, peserta mendapatkan perubahan suasana pelatihan dari hari sebelumnya dimana konsep pelatihan yang diberikan oleh PPBN menggunakan metode pembelajaran untuk orang dewasa (adult learning) yaitu dengan teknik MOVE (moderasi dan visualisasi). Dengan metode ini tingkat partisipasi dari peserta menjadi optimal karena 65% dari waktu pelatihan digunakan untuk kerja kelompok, kunjungan lapangan, dan presentasi, sedangkan 35% peserta mendapatkan input materi dari fasilitator.
Pada hari pertama peserta mendapatkan materi tentang gambaran umum konsep produksi bersih, PREMA, GHK dan EoCM. Dimana setelah mendapat gambaran mengenai Harga Pokok Produksi Limbah atau yang sering disebut sebagai nilai NPO (non produk output), seluruh peserta menjadi sadar untuk mengurangi besaran limbah yang timbul akibat inefisiensi. Untuk lebih memaksimalkan pelatihan, tiap kelompok peserta diberi tugas untuk menghitung nilai NPO berdasarkan studi kasus UKM sami jaya.
Di hari kedua, peserta diperkenalkan pada materi checklist GHK, kemudian dilanjutkan kepada kunjungan lapangan. Pada kegiatan kunjungan lapangan, peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan tiap kelompok mengunjungi UKM yang berbeda. Kunjungan dilakukan selama 2 jam dengan tujuan mencari temuan / NPO berdasarkan checklist GHK. Sebelum melakukan kunjungan lapangan, tiap kelompok telah mempersiapkan tugas tiap personil sehingga ketika di lapangan, semua peserta terlihat sudah memahami apa yang harus mereka lakukan di lapangan. Usai kunjungan lapangan, tiap kelompok langsung mengerjakan tugas merangkum hasil temuan dilapangan menjadi suatu daftar temuan dan kemudian mempresentasikannya di depan kelompok yang lain.
Di hari terakhir pelatihan, fasilitator menyampaikan materi analisa penyebab dan pengembangan rencana tindak. Dalam materi analisa penyebab, fasilitator menggunakan contoh masalah yang sedang menjadi perhatian publik akhir akhir ini. Dengan demikian semua peserta dapat memahami bahwa metode analisis penyebab dapat digunakan disetiap aktifitas terutama dalam mencari sumber masalah di lingkungan produksinya. Setelah mendengarkan materi, setiap kelompok diminta untuk memilih 2 masalah utama yang ditemui saat kunjungan lapangan pada hari ke dua.
an setelah mengetahui sumber masalah yang mengakibatkan timbulnya NPO, tiap kelompok melanjutkan kerja kelompok dengan menyusun rencana tindak. Didalam kerja kelompok ini, bahkan ada satu kelompok yang sudah berhasil mengidentifikasi nilai ceceran kedelai dan rencana aksinya hingga bisa menghemat lebih dari Rp 5.000.000 per bulan.

Setelah mengikuti pelatihan ini semua peserta merasa puas, hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran yang selalu tinggi dan tepat waktu, mulai dari jam 8.00-17.30 WIB dan juga evaluasi senyum (smiley evaluation) yang menunjukkan 80-90% peserta merasa puas dan sangat puas terhadap pelatihan
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para peserta mengharapkan ada program lanjutan dalam bentuk pendampingan teknis sehingga teori yang di dapat dapat diimplementasikan secara efektif. Sebagai masukan dari peserta bagi panitia penyelenggara, akan lebih baik bila dalam pelatihan selanjutnya ditambah satu hari khusus untuk mengunjungi UKM tahu yang sudah baik dalam menerapkan Produksi Bersih.
PELATIHAN
Pelatihan merupakan sarana untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.
Proyek Percontohan
PPBN memfasilitasi pengkajian, penelitian dan pengembangan PB serta penerapan Teknologi Bersih melalui proyek percontohan bagi stakholder seperti Instansi Pemerintah, PEMDA maupun swasta pada UKM maupun industri besar dari berbagai sektor
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 Langkah
Proyek Percontohan "Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih dibeberapa UKM di Indonesia" seperti kluster batik, tahu, logam, tapioka, furniture, elektroplating, dll, dilaksanakan bekerjasama dengan PEMDA-PEMDA melalui mitra/jejaring PPBN (service providers) di daerah
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKM
Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada kluster UKM di Indonesia terbukti efektif untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan dapat meningkatkan produktifitas pada UKM tersebut sehingga mampu meningkatkan daya saing usahanya.
Implementasi MeLOK di Industri Besar
MeLOK (Manajemen Lingkungan BerOrientasi Keuntungan) merupakan Suatu metode yang sistematis, terstruktur dan terorganisir dalam penerapan Produksi Bersih di Industri.
Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia - Rencana Tindak Penanggulangan Bencana
United Nations Development Programme (UNDP)
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup
Act of the Government of the Republic of Indonesia Number 6 of 1994 Regarding the Ratification of the United Nations Framework Convention on Climate C
Ministry of State for Environment for environment Republic of Indonesia - Environment Management Development in Indonesia
Ministry of State for Environment for environment Republic of Indonesia - Environment Management Development in Indonesia
Kesehatan Masyarakat dan Teknologi Peningkatan Kualitas Air
Nusa Idaman Said
Direktorat Teknologi Lingkungan
Perpustakaan
Telah diunduh 3 Kali
Keterangan Tambahan
T5Indonesia
Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan
T4Indonesia.pdf
Telah diunduh 1 Kali
Keterangan Tambahan
Lestario Widodo
Spesialisasi : MelOK
Keterangan Tambahan
Novalinda
Spesialisasi : MeLOK, OD
Keterangan Tambahan
Job Supangkat
Spesialisasi : MeLOK
Keterangan Tambahan
Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan Iklim
Dikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Konsumsi Berkelanjutan
Asumsi bahwa konsumsi berkelanjutan akan mahal dan memakan banyak waktu sebagian besar adalah salah. Kenyataannya justru apabila tidak mengerjakan sesuatu, maka hal tersebut nantinya akan menjadi cara yang paling mahal dalam melakukan usaha.
Konsep
Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih
Eko-Efisiensi
Eko-Efisiensi merupakan suatu konsep efisiensi yang memasukan aspek sumber daya alam dan energi atau suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
SML ISO adalah siswtm management dari suatu organisasi yang keluarnya adalah proses untuk meningkatkan pengelulaan lingkungan yang baik dan berkesinambungan. PEndekatan utama yang dilakukan dalam SML










