Jejaring Kerja

Mekanisme jejaring kerja yang ditempuh oleh PPBN melalui tukar informasi, konsultan/tenaga ahli, partisipasi aktif... [selengkapnya]

Manajemen Pengetahuan

Ketepatan dan pemilihan informasi sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. [selengkapnya]

Konsep

2008-10-26 11:35:22
Back to previous pagesSend via MailPrint This Document

KONSEP PRODUKSI BERSIH

Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih juga melibatkan upaya-upaya untuk meningkatkan effisiensi penggunaan bahan baku, bahan penunjang dan energi diseluruh tahapan produksi. Dengan menerapkan konsep produksi bersih, diharapkan sumberdaya alam dapat lebih dilindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Prinsip-prinsip pokok dalam strategi produksi bersih dituangkan dalam 5 R (Re-think, Re-use, Reduction, Recovery and Recycle) adalah sebagi berikut;

RE-THINK,

adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan beroperasi. Implikasi dari re-think adalah:

Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik pada proses maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur hidup produk.

Upaya produksi bersih ini tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dalam pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak terkait baik pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia usaha.

REUSE,

atau penggunaan kembali adalah suatu teknologi yang memungkinkan suatu limbah dapat digunakan kembali tanpa mengalami perlakuan fisika/kimia/biologi. Implikasi dari re-use adalah penggunaan kembali un-treated water, pemakaian kemasan bahan kimia untuk bahan kimia sejenis

REDUCTION,

atau pengurangan limbah pada sumbernya adalah teknologi yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran diawal produksi. Implikasi dari reduction adalah mengurangi dan meminimisasi penggunaan bahan baku, air dan energi serta menghindari pemakaian bahan baku berbahaya dan beracun serta mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga mencegah dari atau mengurangi timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta resikonya terhadap manusia.

RECOVERY,

adalah teknologi untuk memuliakan suatu bahan/energi dari suatu limbah untuk kemudian dikembalikan kedalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika/kimia/biologi. Implikasi recovery adalah: Me-recover khrom pada limbah padat dari industri kulit, me-recover timah hitam dari limbah aki bekas, dll.

RECYCLING,

atau daur ulang adalah teknologi yang berfungsi untuk memanfaatkan limbah dengan memprosesnya kembali ke proses semula yang dapat dicapai melalui perlakuan fisika/kimia/biologi. Implikasi recycling adalah: Daur ulang limbah plastik menjadi bijih plastik, daur ulang air proses, energi, dll.

Prinsip-prinsip diatas, lebih diarahkan pada pengaturan diri sendiri (self regulation) daripada pengaturan secara command and control. Jadi pelaksanaan program produksi bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untuk merubah sikap dan tingkah laku seluruh stakeholders.

PELATIHAN

Pelatihan merupakan sarana untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.

Proyek Percontohan

PPBN memfasilitasi pengkajian, penelitian dan pengembangan PB serta penerapan Teknologi Bersih melalui proyek percontohan bagi stakholder seperti Instansi Pemerintah, PEMDA maupun swasta pada UKM maupun industri besar dari berbagai sektor

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 Langkah

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada Kluster UKM di Indonesia melalui 9 LangkahProyek Percontohan "Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih dibeberapa UKM di Indonesia" seperti kluster batik, tahu, logam, tapioka, furniture, elektroplating, dll, dilaksanakan bekerjasama dengan PEMDA-PEMDA melalui mitra/jejaring PPBN (service providers) di daerah

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKM

Penerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih di Kluster UKMPenerapan Eko Efisiensi-Produksi Bersih pada kluster UKM di Indonesia terbukti efektif untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan dapat meningkatkan produktifitas pada UKM tersebut sehingga mampu meningkatkan daya saing usahanya.

Implementasi MeLOK di Industri Besar

Implementasi MeLOK di Industri BesarMeLOK (Manajemen Lingkungan BerOrientasi Keuntungan) merupakan Suatu metode yang sistematis, terstruktur dan terorganisir dalam penerapan Produksi Bersih di Industri.

/

Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan Iklim

Ilmuwan Indonesia Bahas Perubahan IklimDikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Konsumsi Berkelanjutan

Konsumsi BerkelanjutanAsumsi bahwa konsumsi berkelanjutan akan mahal dan memakan banyak waktu sebagian besar adalah salah. Kenyataannya justru apabila tidak mengerjakan sesuatu, maka hal tersebut nantinya akan menjadi cara yang paling mahal dalam melakukan usaha.

Konsep

Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih

Eko-Efisiensi

Eko-Efisiensi merupakan suatu konsep efisiensi yang memasukan aspek sumber daya alam dan energi atau suatu proses produksi yang meminimumkan penggunaan bahan baku, air dan energi serta dampak lingkungan per unit produk.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

SML ISO adalah siswtm management dari suatu organisasi yang keluarnya adalah proses untuk meningkatkan pengelulaan lingkungan yang baik dan berkesinambungan. PEndekatan utama yang dilakukan dalam SML

/